Banyak kota metropolitan dunia
berpenduduk hingga belasan atau bahkan puluhan juta. Dalam keadaan demikian,
permasalahan kota menjadi sangat kompleks.
Di tengah lautan jutaan orang itu,
tidak sedikit warga yang malah merasa kesepian atau terasing.
Sebaliknya, ada beberapa kota mungil
di berbagai bagian dunia yang hanya dihuni oleh beberapa orang saja, atau
bahkan memiliki populasi tunggal.
Bagi orang yang menjadi penduduk
tunggal tersebut, tinggal sendirian justru tidak membuatnya kesepian atau
terasing, seperti dikutip 7 kisah yang dikutip dari Oddee pada
Selasa (11/4/2017) berikut ini:
1. Jordan River, Kanada
Sebuah kota pantai yang cantik dan
tenang cocok sekali bagi pencinta kehidupan pantai. Tapi banyak kota pantai
yang terganggu oleh polusi, erosi, tsunami, naiknya permukaan laut, dan gempa
bumi sehingga tidak nyaman lagi ditinggali.
Jordan River dekat Vancouver adalah
salah satu kota yang sering mengalami gempa dan banjir sehingga kota itu
ditinggalkan warganya, kecuali Hugh Pite (72) yang menolak pindah.
Ia membagi waktunya antara dua
rumahnya di Jordan River dan Brentwood Bay yang berdekatan. Ia sudah mendapat
peringatan, tapi bersikukuh tidak akan pergi.
2. Monowi, Nebraska, Amerika Serikat
Elsie
Eiler adalah orang yang paling dihormati di Monowi, Nebraska, Amerika Serikat. Ia juga
adalah yang terpandai, terkaya, tercantik, termuda, dan tertua.
Sebagai warga
tunggal di Monowi, wanita berusia 77 tahun itu bisa menyebut diri sesukanya.
Hingga 2000, kota
kecil itu memiliki 2 penduduk, yaitu Eiler dan suaminya. Suaminya, Rudy,
meninggal pada 2004.
3 Buford, Wyoming, Amerika Serikat
PhinDeli Town
Buford adalah sebuah komunitas di Albany County, Wyoming, dan terletak pada
ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut, di antara Laramie dan Cheyenne
di Interstate 80.
Dengan ketinggian
itu, kota tersebut merupakan perhentian tertinggi sepanjang jalur
Transcontinental Railroad.
Kota itu dulunya
bernama Buford, demi menghormati Mayor Jenderal John Buford, perwira kavaleri
Union yang bertempur dalam Perang Sipil.
Hingga 2013, kota
ini hanya dihuni oleh 1 orang saja, yaitu Don Sammons yang pindah ke sana pada
1980 bersama istri dan putranya. Pada 1992 ia membeli kota itu. Istrinya
meninggal pada 1995 dan putranya pindah pada 2007.
Pada 5 April
2012, kota berisi toko kelontong, stasiun bensin, dan rumah modular itu dijual
dengan harga US$ 900 ribu kepada dua orang dari Vietnam yang salah satunya
bernama Phạm Đình Nguyên.
Pemilik baru
mengganti namanya menjadi PhinDeli Town Buford. Namun demikian, alamat pos
masih menggunakan nama lama.
4. Lost Springs, Wyoming
Lost Springs yang
terletak Converse County, Wyoming, pertama kalinya didiami pada 1880-an.
Namanya berasal dari kisah para buruh rel kereta yang tidak dapat menemukan
mata air yang tertera dalam peta survei daerah tersebut.
Kota itu
didirikan pada 1911 dan tadinya memiliki 200 penduduk yang kebanyakan bekerja
di tambang batubara Rosin di dekatnya. Setelah tambang ditutup pada 1930,
populasi Lost Springs terus menyusut.
Menjelang 1960,
penduduknya hanya 5 orang. Pada 1976, negara bagian Wyoming dan U.S.
Bicentennial Commission menetapkan Lost Springs sebagai kota terkecil yang
pernah didirikan di Amerika. Populasi saat itu ada 11 orang.
Pada sensus tahun
2000, hanya ada 1 orang tinggal di Lost Springs. Namun demikian, Walikota Leda
Price membantah angka tersebut dan mengaku Lost Springs memilik 4 penduduk pada
2000.
Pada 2010 ada
empat orang dalam 3 rumah tangga menetap kota itu, tapi tidak ada penduduk yang
tinggal sebagai keluarga. Kepadatan penduduk saat itu adalah 17,1 penduduk
untuk setiap kilometer persegi.
5. Villa Epecuen, Argentina
Di 1920-an, ada sebuah desa wisata
Villa Epecuen yang dibangun di sepanjang pantai Lago Epecuen, sebuah sungai
asin yang terletak 600 kilometer di barata daya Buenos Aires, Argentina.
Lago Epecuen
memang tampak seperti kebanyakan danau lazimnya, kecuali kadar garam yang
sangat tinggi, hanya kalah dibandingkan dengan Laut Mati. Dengan demikian,
kadara garam di sungai itu kira-kira 10 kali kadar garam di lautan manapun.
Populasio kota
sempat memuncak mennjadi 5 ribu orang pada 1970-an. Ada sekitar 300 bisnis
subur di sana, termasuk, hotel, hostel, spa, toko, dan museum.
Pada masa itu
juga, cuaca jangka panjang berisi turunnya hujan dalam jumlah luar biasa ke
pegunungan sekelilingnya sehingga Lago Epecuan mulai meluap.
Pada 10 November
1985, volume besar air menjebol bendungan dan menerjan sebagian besar wilayah
kota. Menjelang 1993, banjir lambat menenggelamkan kota dengan air setinggi 10
meter.
Hampir 25 tahun
kemudian, pada 2009, iklim basah berbalik dan air mulai surut. Villa Epecuen
kembali kelihatan di permukaan, tapi tidak ada yang datang kembali keculain
Pablo Novak (81) yang sekarang menjadi penduduk tunggal di sana.
6. Tomioka, Jepang
Naoto Matsumura (54) adalah
satu-satunya warga Tomioka, Jepang. Kota itu terletak di "zona
terlarng" di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima.
PLTN itu dihantam
gempa dan tsunami susulan pada 11 Maret 2011. Melelehnya PLTN menyebabkan kontaminasi
kadar tinggi ke daerah sekitarnya sehingga memaksa evakuasi ratusan ribu
penduduk.
Kawasan paling
terkontaminasi dalam radius 20 kilometer sekitar PLTN masih menjadi daerah
terlarang.
Naoto Matsumura
menjadi penduduk tunggal kota yang dulunya berpenduduk hampir 16 ribu orang
itu. Ia hidup di sana tanpa aliran air ataupun listrik.
Dulunya ia
termasuk dalam rombongan ribuan orang yang mengungsi, tapi kemudian kembali
untuk merawat tanah, hewan terlantar, dan bahkan pemakaman setempat. Ia melihat
kehadirannya sebagai suatu tugas.
7. Cass, Selandia Baru
Cass berada di Distrik Selwyn dalam
Canterbury, pulau selatan Selandia Baru. Cass adalah salah satu tempat di
dunia yang berpenduduk hanya satu orang.
Ketika Barrie
Drummond ditawari suatu pekerjaan di Cass, ia kira hanya akan berlangsung 2
tahun. Tapi, setelah 25 tahun, Drummond malah mengatakan tidak mau pergi
walaupun hanya sendirian menjadi penduduk di sana.
Pria berusia 65
tahun itu bekerja untuk KiwiRail dan bertanggungjawab atas bagian tertinggi
lintasan rel yang menghubungkan Christchurch dengan Greymouth.
Ia mengaku tidak
pernah kesepian atau terasing. Untuk urusan ketiadaan wanita, pria yang belum
pernah menikah itu mengatakan hal itu "tidak pernah membuat saya
khawatir."
Sumber: liputan6.com

0 Response to "7 Kota Ini Hanya Dihuni oleh 1 Orang"
Post a Comment